Studio photo workflow
Biarkan pelanggan pilih sendiri.
Unggah foto satu sesi, bagikan galeri kepada pelanggan, lalu ambil daftar foto yang mereka pilih untuk dicetak. Tidak perlu catat nomor foto satu per satu.
0Total foto
0Dipilih
—Nama pelanggan
Galeri siap digunakanTambahkan foto dari komputer untuk mulai membuat galeri pilihan pelanggan.
Prototipe: foto yang diunggah hanya tersimpan sementara di browser ini. Tombol unduh dan daftar pilihan bekerja untuk demo, tetapi belum membuat galeri online atau membaca Google Drive.
Langkah berikutnya
Menyiapkan PilihCetak untuk pelanggan nyata
Pilihan yang sudah ditetapkan: memakai Google Drive yang ada, pelanggan membuka tautan tanpa akun, dan pelanggan hanya memilih foto. Ukuran serta jumlah cetak ditentukan pemilik studio.
- Rapikan Google Drive. Buat satu folder per sesi, misalnya Wedding Andi-Sinta. Jangan membagikan folder utama Drive atau folder pelanggan lain.
- Aktifkan Google Drive API. Di Google Cloud Console, buat project, aktifkan Google Drive API, lalu siapkan OAuth untuk akun pemilik studio. Jangan pernah memasukkan kata sandi Google ke aplikasi.
- Pasang backend aman. Backend mengotorisasi pemilik studio, membaca hanya folder yang dipilih, dan membuat token galeri acak untuk pelanggan. Rahasia OAuth tidak boleh disimpan di halaman web publik.
- Buat galeri khusus. Tautan pelanggan membuka thumbnail dan nomor foto tanpa perlu akun. Pelanggan hanya dapat mengirim pilihan, bukan melihat galeri lain atau menghapus foto.
- Simpan dan ekspor pilihan. Pilihan disimpan di database, lalu pemilik studio mengunduh CSV atau paket foto yang cocok dari Drive.
Keamanan: ini adalah panduan rancangan, bukan koneksi Drive aktif. Agar tautan tanpa login benar-benar berfungsi dari HP pelanggan, aplikasi perlu backend dan hosting; pratinjau ini saja tidak dapat menyimpan pilihan lintas perangkat.